Ibadah Yang Bisa Dilakukan Di Masjidil Haram

  • Post author:
  • Post category:blog

Bismillah. Masjidil Haram merupakan salah satu masjid yang agung bagi umat muslim di seluruh penjuru dunia. Bagi setiap orang yang memiliki kemurnian dalam hatinya untuk beriman tentunya sangat menginginkan untuk dapat melaksanakan ibadah di dalam Masjidil Haram. 

Tempat yang Mulia

Masjidil Haram merupakan tempat yang mulia bagi umat muslim. Oleh karenanya sangat dianjurkan bagi umat muslim yang sedang diberi kelapangan rezeki supaya dapat mengunjungi Masjidil Haram suatu hari nanti.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda;

لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِى هَذَا وَمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الأَقْصَى

Janganlah bersengaja melakukan perjalanan dengan sengaja (dalam rangka ibadah dan tujuan safarnya adalah tempatnya) kecuali ke tiga masjid: masjidku ini (masjid Nabawi), masjidil Haram dan Masjidil Aqsha.” (HR. Bukhari, no. 1189 dan Muslim, no. 1397).

Shalat Wajib

Saat Berada di Masjidil Haram, Lebih Utama Lakukan Thawaf Dulu atau Shalat?  | Bincang Syariah

Dapat melaksanan shalat wajib di Masjidil Haram merupakan suatu hal yang patut kita syukuri. Pasalnya, shalat di Masjidil Haram akan dilipat gandakan pahalanya hingga 100.000 kali lipat! Bayangkan jika kita bisa melaksanakan shalat wajib, satu hari selama lima kali di Masjidil Haram. Betapa banyak tabungan pahala yang akan bisa kita tuai untuk masa depan akhirat kita ? Hal ini merupakan salah satu tawaran yang sangat menggiurkan bagi investasi akhirat kita.

Dari Jabir, Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda;

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ

Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad 3/343 dan Ibnu Majah no. 1406, dari Jabir bin ‘Abdillah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1173.

Shalat Dhuha 

Shalat Dhuha merupakan shalat sunnah yang mempunyai banyak sekali keutaman. Diantaranya yang sesuai dengan hadist nabi Muhammad صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ yakni bahwa dengan melakukan shalat dhuha, artinya kita juga melakukan sedekah untuk persendian kita, sesuai hadist Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ sebagai berikut :

Dari Abu Dzar, Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda,

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at” (HR. Muslim no.  720)

Umroh dan Haji

Melaksanakan ibadah umroh dan Haji adalah sebuah keinginan yang sangat mulia bagi setiap umat muslim. Semoga Allah سبحانه وتعالى memberikan kelapangan rezeki fisik, lahir dan bathin bagi kita supaya kita bisa melakukan ibadah Umroh dan Haji di tanah suci.

Bila melakukan shalat di Masjidil Haram saja sudah dilipat gandakan pahalanya hingga 100.000 kali, maka bagaimana dengan melakukan seluruh rangkaian ibadah umroh atau ibadah Haji di Masjidil Haram ? Tentunya akan sangat besar pahala yang akan kita dapat, dengan catatan harus dilakukan dengan ikhlas lahir dan bathin melakukan ibadah karena Allah سبحانه وتعالى..

Selain akan menghadirkan ketenangan batin, melakukan ibadah umroh maupun haji yang mabrur juga akan dijanjikan balasan berupa surga.

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda;

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

Antara umrah yang satu dan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349).

Selain keutamannya karena sebagian rangkaian kegiatan Haji dilakukan di Masjidil Haram, melakukan ibadah Haji sendiri juga merupakan amalan yang paling afdhol. Sesuai dengan hadist berikut ;

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

سُئِلَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « جِهَادٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « حَجٌّ مَبْرُورٌ »

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1519)

Berbuka Puasa

Puasa merupakan salah satu amalan yang sangat mulia. Didalamnya terdapat suatu keberkahan.  Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ menganjurkannya untuk bersegera dalam berbuka puasa. 

Doa orang yang berpuasa ketika berbuka tidaklah tertolak, sesuai dengan hadist sebagai berikut :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ »

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga do’a yang tidak tertolak: (1) do’a pemimpin yang adil, (2) do’a orang yang berpuasa sampai ia berbuka, (3) do’a orang yang terzholimi.” (HR. Tirmidzi no. 3595, Ibnu Majah no. 1752. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban dalam shahihnya no. 2408 dan dihasankan oleh Ibnu Hajar. Lihat catatan kaki Zaadul Ma’ad, 2: 50). 

Keindahan itu akan semakin nikmat apabila ketika berkunjung ke masjidil haram di saat melaksanakan umroh di bulan Ramadhan