Biografi Syaikh Suddais Sang Imam Besar Masjidil Haram

  • Post author:
  • Post category:blog

Mungkin di Indonesia sudah banyak diantara umat muslim yang sudah familiar dengan merdunya suara ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh Imam besar Masjidil Haram, Syaikh Suddais. Allah سبحانه وتعالى memang menganugerahkan suara yang merdu dan enak didengar kepada pemilik nama lengkap  Abdurrahman bin Abdul Aziz bin Muhammad as-Sudais (الشيخ عبد الرحمن بن عبد العزيز بن عبد الله بن محمد السديس). 

Perjalanan Kehidupan dan Pendidikan

Syeikh Al Sudais Mengutuk 'Slogan ISIS' di Masjid Haram - Hidayatullah.com

Prof. Dr. Asy-Syaikh Abdurrahman bin Abdul Aziz bin Muhammad as-Sudais lahir pada 10 Februari 1960 di kota Al-Bukairiyah provinsi al-Qasim, yakni sebuah kota yang terletak di sebelah timur laut dari kota Makkah.

Syaikh Suddais berhasil menghafal 30 juz Al-Qur’an di usia yang terbilang masih sangat muda, yakni 12 tahun. Tentunya sebuah tamparan keras bagi kita umat muslim, dimana mungkin ketika masih seumuran tersebut kita justru sedang sibuk terbuai dalam permainan masa kanak-kanak dengan teman sebaya yang pergi mengaji ke TPA hanya untuk sekedar memenuhi permintaan orang tua saja. 

Syaikh Suddais kemudian menempuh pendidikan formalnya dimulai di Al-Muntaha bin Harits, kemudian kuliah di Fakultas Syariah Universitas Imam Muhammad bin Saud Riyadh, Arab Saudi.

Pada tahun 1984, Syaikh Suddais meraih gelar Master Degree dengan predikat excellent. Kemudian, beliau menjadi dosen di fakultas syariah universitas Ummul Qura, Makkah. Bak haus akan ilmu, di universitas Ummul Qura ini beliau juga melanjutkan jenjang pendidikannya hingga mendapatkan gelar doktor dengan status qum laude. Kemudian, beliau mendapatkan gelar profesor dalam bidang ushul fiqih.

Perjalanan Dakwah

Pada 23 Mei 1984,atau bertepatan dengan 22 Syaban 1404 H, Syaikh Suddais diangkat menjadi imam sekaligus khotib di Masjidil Haram meskipun kala itu usia beliau masih terbilang sangatlah muda.

Tahun 2005, Dubai International Holy Quran Award (DIHQA) Organising Committee memberikan sebuah penghargaan kepada Syaikh Sudaiss sebagai “Islamic Personalty Of The Year” (Tokoh Muslim Berpengaruh).

Di tahun 2012, Syaikh Suddais diangkat sebagai kepala presidensial kepengurusan Masjidil Haram, Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Selain aktif menjadi imam Masjidil Haram, beliau juga terjun langsung dalam dunia dakwah. Jangkauan dakwah beliau pun sudah mencakup bebagai dunia, semisal India, Pakistan, maupun Inggris. Termasuk juga di Indonesia. 

Pada tahun 2014 Syaikh Sudaiss pernah mengunjungi Indonesia. Setelah bertemu dengan Presiden Indonesia beserta Wakil Presiden Indonesia, beliau juga menyempatkan untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid Istiqlal, Jakarta. 

Baca Juga: Rangkaian Ibadah Yang Bisa Dilakukan di Masjidil Haram

Kisah Unik Syaikh Suddais

Siapa yang menyangka bahwa Syaikh Suddais yang kita ketahui saat ini rupanya mempunyai kisah yang unik pada masa kecilnya. 

Dikisahkan bahwa Syaikh Suddais kecil termasuk anak yang aktif. Pada suatu waktu sang Ibunda tengah sibuk menyiapkan hidangan untuk para tamu yang hendak mengunjungi rumah beliau. Namun, ketika makanan telah tersaji tiba-tiba Syaikh Suddais kecil menaburkan debu keatas hidangan tersebut. Demi melihat perbuatan anaknya tersebut, otomatis sang Ibunda marah besar. Alih-alih mengeluarkan sumpah serapah dari mulut sang Ibu, beliau justru sebaliknya. 

idzhab ja’alakallahu imaaman lil haramain (pergi kamu, biar kamu jadi Imam di Haramain),” Kata sang Ibu pada saat itu.

Dalam kesehariannya pun, sang Ibunda sering mengucapkan kalimat sejenis kepada Syaikh Sudais kecil. 

Memanglah perkataan adalah doa. Apalagi perkataan seorang Ibu kepada anaknya. Bisa saja ketika mengatakan kalimat tersebut ada mailaikat yang mendengar lalu mengaminkannya dan Allah mengabulkannya.