Abu Ubaidah

Kiprah & Kisah Abu Ubaidah Bin Jarrah Radiallahu Anhu

Diriwayatkan oleh Anas bahwasanya penduduk Yaman datang menghadap Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam dan memohon, “Kirimkan bersama kami pria yang dapat mengajarkan Alquran dan Sunnah kepada kami.” Rasulullah SAW kemudian mengambil tangan Abu Ubaidah dan berkata, “Orang ini adalah kepercayaan umat.” (HR Muslim).

kisah dan biografi abu ubaidah bin jarrah

Abu Ubaidah Bin Jarrah Radiallahu Anhu merupakan salah satu sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam yang istimewa. Beliau memiliki wajah yang bersih dan elok, pandangan mata yang mempesona, tubuhnya yang kurus tinggi, tutur kata dan perbuatannya juga teramat sangat mulia.

Selain itu juga beliau selalu dan tidak pernah luput untuk berlemah lembut dalam pergaulan, namun apabila situasi menjadi genting yang menghambat risalah islam dari dakwah Rasullullah Shallallahu Alaihi Wassalam maka beliau bisa berubah menjadi singa yang teramat ganas bagi musuhnya. Beliau Radiallahu Anhu merupakan sosok yang terpercaya, orang-orang biasanya memanggilnya Abu al-Jarrah.

Penuturan Sahabat Tentang Abu Ubaidah Bin Jarrah Radiallahu Anhu

Abdullah Ibnu Umar Radiallahu Anhu ialah salah satu sahabat yang terkenal akan keilmuan dan keshalihannya, ia merupakan anak dari sahabat Nabi yang mulia Umar Bin Khattab Radiallahu Anhu.

Abdullah Ibnu Umar pernah bercerita terkait keistimewaan Abu Ubaidah Bin Jarrah. Ada tiga orang Quraisy yang bercahaya wajahnya, yang baik budi pekerti dan sangat rasa malunya. Bila bicara tak pernah dusta. dan bila diajak bicara tak pernah mendustakan apa yang dibicarakan, ia adalah Abu Bakar, Ustman Bin Affan dan Abu Ubaidah bin Jarrah.


umroh murah februari 2021


Klik Disini Untuk Tanya Tentang Paket Umroh Lainnya

Menjadi Sendi Pertama Kekuatan Islam

Beliau Radiallahu Anhu adalah orang yang masuk islam di awal-awal, ia masuk Islam sehari setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq masuk islam. Bahkan Abu Bakar Radiallahu Anhu yang mengajaknya memeluk islam, bersama dengan Abdurrahman Bin Auf, Utsman Bin Mazhun dan Arqam ibn Abil Arqam. Merekalah sendi-sendi pertama kekuatan islam tumbuh.

Singa Di Medang Perang

Kekuatan imannya telah memancar di semua aktivitasnya Abu Ubaidah Radiallahu Anhu. Pada saat perang Badr berkecamuk misalkan, hampir setiap kafir quraisy yang ikut dalam peperangan menghindar untuk berduel dan bertempur dengannya.

Kekuatan iman yang ia yakini terhadap semua risalah yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam membuatnya seakan-akan bagaikan singa di medan pertempuran, ayunan pedangnya yang digunakan sampai-sampai seolah-olah membuat silau mata yang melihatnya.

Satu per satu musuh islam di Perang Badr ia taklukan dengan izin Allah, namun ada satu orang musuh yang selalu mengincar Beliau Radiallahu Anhu, sampai-sampai Abu Ubaidah bin Jarrah juga mulai menghindarinya. Tapi tak lama setelah itu, dengan keimanannya semua berubah, ia hampiri musuh yang mengincar dia selama perang Badr dan ia tebas tubuh musuh tersebut menjadi 2 bagian dari pedang yang ia gunakan.

Musuh yang satu itu termasuk musuh yang berat, bahkan belum tentu semua orang yang hidup di zamannya bisa melakukannya, iya musuh yang teramat kuat itu akhirnya jatuh menjadi 2 bagian, dan musuh itu ialah ayahnya. 

Kiprah Abu Ubaidah Di Perang Uhud

Ketike perang uhud berkecamuk dan kaum muslimin terjepit, pasukan kafir quraisy mulai mengepung sampai mendesak dan menanyakan dimana Nabi Muhammad. Abu Darda Radiallahu Anhu merupakan salah satu sahabat yang ikut membentengi Nabi Muhammad. 

Ia pun memberanikan diri untuk mengambil peran dalam mencabut besi yang tertancap disekitar muka Rasulullah. Ia meminta izin kepada Abu Bakar Radiallahu Anhu agar ia yang mencabutnya. Khawatir apabila dicabut besi itu dengan tangan membuat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam kesakitan, maka ia cabut dengan gigi beliau sampai kedua giginya tanggal.

Baca Juga:

  1. Umroh Sesuai Tuntunan Sunnah
  2. InsyaAllah Lebih Cepat Berhaji Dengan Program Haji Plus

Wafatnya Sang Pahlawan

Abu Ubaidah Radiallahu Anhu merupakan pimpinan umat Islam di wilayah Syam pada saat kekhalifan Amirul Mukminin Umar Ibn Khattab Radiallahu Anhu. Kiprahnya yang begitu luar biasa di Syam membuat kemenangan demi kemenangan ia peroleh atas izin Allah hingga Syam dikuasai oleh Umat Islam.

Sewaktu ketika Syam dilanda wabah penyakit yang teramat ganas, disaat yang sama Umar Bin Khattab meminta beliau untuk datang kepadanya, lalu ia tolak dengan memberikan surat balasan:

“Wahai Amirul Mukminiin, aku telah memahami keperluan Anda. Tetapi aku sedang berada di tengah-tengah kaum muslimim yang sedang ditimpa malapetaka di Syam ini, dan tidak patut aku menyelamatkan diri sendiri. Aku tidak mau meninggalkan mereka sampai Allah menjatuhkan takdir-Nya atas diriku dan mereka. Bila surat ini telah sampai di tangan Anda, bebaskan aku dari perintah Anda dan izinkanlah aku tetap tinggal disini.”

Praktis setalah membaca surat ini, Amirul Mukminin menangis sampai oranga disekelilingnya bertanya “Apakah Abu Ubaidah telah wafat, Amirul Mukminin?”.

Tidak, Tapi kematian itu dekat kepadanya”  Kata Umar.

Perkiraan tersebut tidak meleset, Abu Ubaidah tertular penyakit yang atas izin Allah nyawanya direngut.

Abu Ubaidah Radiallahu Anhu berpesan sebelum meninggal bahwasannya laksanakanlah shalt lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, ibadah Haji, berumroh, berwasiat satu dengan yang lain, taat kepada pemimpin, janganlah berkhianat dan terakhir janganlah terpedaya dengan dunia karena andaikan ada manusia yang hidup seribu tahun, maka tetap akan menemui kematian.

Setelah beliau berpesan demikian, ia memandang Mu’adz Ibnu Jabal Radiallahu Anhu, beliau berkata “Wahai Muadz, pimpinlah kaum muslimin dalam shalat mereka”. Setelah itu beliau sang legendaris wafat.

Muadz berdiri dan berkata “Wahai saudara-saudara, kalian telah dikejutkan oleh kematian seseorang, yang demi Allah aku belum pernah melihat orang yang seperti dia. Dia baik, jauh dari kedengkian dan kejahatan hati, lebih mencintai akhir kehidupannya, dan tulus mengabdikan diri demi kepentingan umum. Mohonkan ampunan dan rahmat kepada Allah untuknya, semoga Allah mengasihini kalian …”.

 Salam Waa Barakallah Fiikum

Disadur dan disunting dari: Sosok Para Sahabat Nabi, karya DR. Abdurrahman Rafi’at al-Basya penerbit Qitshi Press:

Tanya Kami Tentang Umroh & Haji Plus Dengan Isi Data Diri dan Send To Whatsapp